Scroll to top

Audiensi Ketua PBPDHI Dengan Walikota Palembang
User

Audiensi Ketua PBPDHI Dengan Walikota Palembang

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Sumatera Selatan, Ketua Umum PB PDHI Dr. Drh. Munawaroh, MM berkesempatan melakukan audiensi dengan Walikota Palembang, H. Harnojoyo,S.Sos pada hari Kamis 14 Oktober 2021. Dalam audiensi tersebut, Ketum PB PDHI didampingi juga oleh Ketum PDHI Sumsel Dr. Drh. Jafrizal,MM , sekretaris PDHI Sumsel drh. Weny Patrioti,M.Si, bendahara PDHI Sumsel drh. Elsye Ambarita, komisi 6 drh. Hery Setiawan dan anggota drh. Fitria Sasta dan diterima langsung di rumah dinas walikota Palembang. Walikota Palembang didampingi juga oleh kepala dinas kesehatan kota Palembang dr. Fenty Aprina, kadis pertanian dan ketahanan pangan kota Palembang Sayuti, kadis perikanan Ahmad Jazuli, kadis Kominfo Edison. Acara dilakukan dengan penuh kekeluargaan dengan perbincangan hangat.

Baca Lainnya :

Dalam kesempatan itu, Ketum PB PDHI menyampaikan beberapa point kepada Walikota Palembang diantaranya (1). Penanganan Rabies di kota Palembang dengan cara vaksinasi 70% dari populasi sehingga dibutuhkan pendataan jumlah anjing di kota Palembang baik yg berpemilik dan tidak. Pendataan jumlah anjing menggunakan aplikasi. Untuk yg berpemilik wajib dilakukan vaksinasi rabies, pemasangan microchip dan pembatasan jumlah kepemilikan anjing di tiap rumah hanya 5 ekor. Untuk anjing yg tidak berpemilik merupakan tanggungjawab pemerintah kota Palembang sehingga semua anjing yg ditangkap dan ditempatkan di shelter, di vaksinasi dan di steril. Untuk pakan, pemerintah bekerjasama dgn rumah makan agar menggumpulkan sisa makanan yg akan di ambil oleh petugas untuk nantinya di olah dan diberikan kepada anjing di shelter. Jika anjing ada yang hendak mengadopsi wajib dipasang microchip. Pemerintah bekerjasama dengan BVET Lampung dapat melakukan pemeriksaan terhadap hasil vaksinasi dan jika tidak ada kasus dlm dan menyampaikan hasilnya ke dirjen PKH Kementan untuk mendapatkan keterangan bebas rabies.

Sedangkan untuk dokter hewan dan paramedis yang bertugas dengan resiko tinggi agar diberikan vaksin Anti rabies melalui dinas kesehatan kota Palembang. (2). Antibiotik Mikroorganisme Resisten (AMR) merupakan permasalahan besar yang sedang dihadapi Indonesia bahkan dunia. Jika penggunaan antibiotik tidak bijak di lingkungan dapat menyebabkan kematian 50jt manusia dlm kurun waktu 10 tahun yg akan datang. Untuk itu peranan penting dokter hewan dalam memberikan edukasi kepada memiliki ternak dan masyarakat agar menggunakan antibiotik sesuai dengan dosis pengobatan. Dan pembatasan pembelian antibiotik di petshop dan poulty shop di kota Palembang. Untuk itu perlu adanya dokter hewan penanggung jawab di setiap petshop dan poultry shop yang ada di kota Palembang, (3). Perlu dibentuknya "Zoonosis center" di kota Palembang sebagai kota percontohan untuk pelaksanaan One health. Zoonosis center merupakan tempat berkumpulnya dokter, dokter hewan dan ahli lingkungan dalam penanganan zoonosis. Karena 75% penyakit pada manusia ditularkan oleh hewan karena terjadinya ketidakseimbangan di lingkungan. Walikota Palembang menyambut baik point-point yang disampaikan Ketum PB PDHI yang selanjutnya dapat dilakukan langkah-langkah implementasinya. Pertemuan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari PB PDHI kepada Pemkot Kota Palembang yang diserahkan langsung oleh Ketum PB PDHI kepada Walikota Palembang.

#PDHISumsel #JayalahDokterHewanIndonesia




Write a Facebook Comment

Leave a Comments