Scroll to top

Dokter Hewan Profesi Langka di Indonesia
User

Dokter Hewan Profesi Langka di Indonesia

Dokter Hewan, sebuah profesi boleh dibilang masih langka di Indonesia, tak banyak orang tertarik terjun ke profesi yang satu ini. Seperti dikutip dari salah satu artikel di media online, kompasiana.com dengan judul “Profesi Dokter Hewan yang Belum Dilirik Masyarakat”, edisi 22 juni 2019, menuliskan sebagai berikut :

Dikalangan masyarakat di tanah air masih menganggap profesi dokter hewan hanyalah sekedar menyembuhkan hewan yang sakit. Pun profesi dokter hewan saat ini belum cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Fenomena ini terlihat dari perguruan tinggi di negeri ini yang menghasilkan sarjana bergelar dokter hewan, hanya di Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor, UGM Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Udayana, Bali.

Baca Lainnya :

Jumlah sarjana bergelar dokter hewan ini diperkirakan 20 ribuan dan jumlah ini belum mencukupi kebutuhan dokter hewan di Indonesia. Ketua umum Persatuan Dokter Hewan Indonesia, Drh. H.Muhammad Munawarch, MM mengemukakan kepada Okezone bahwa Indonesia kalau benar benar sesuai dengan jumlah penduduknya membutuhkan 70 ribu dokter hewan, namun yang ada sekarang ini baru 20 ribuan. Jadi sejatinya masih dibutuhkan profesi dokter hewan sekitar 50 ribuan.

Inilah yang menjadi tantangan dan harapan ke depan bagi negeri ini. Persoalannya, apakah generasi muda saat ini memiliki minat untuk menjadi seorang dokter hewan?

Apa sebenarnya fungsi dan peran dokter hewan bagi negeri ini?

Pada hakekatnya, profesi dokter hewan ini menjadi profesi yang menjanjikan di masa depan. Permasalahan munculnya penyakit hewan yang menular dan berbahaya bagi hewan ataupun manusia mestinya menjadi perhatian serius kita. Pernah dengar penyakit bernama flu burung? Penyakit rabies, taksoplasma, Penyakit Infeksi Baru (PIB), meningitis dan lain-lainnya?

Profesi dokter hewan ini memiliki banyak fungsinya. Fungsi dokter hewan bukan hanya sekedar menangani kesehatan hewan kesayangan saja. Ada juga fungsi “food safety” atau keamanan pangan yang dihasilkan dari hewan tersebut.

Produk atau hasil dari hewan ternak berupa daging, telur dan susu yang di konsumsi masyarakat adalah menjadi tugas dokter hewan. Pabila tidak ada dokter hewan masyarakat bisa mengonsumsi daging yang terkena antraks maupun masyarakat yang meminum susu yang tercemar bakteri.

Fungsi urgen lainnya adalah “zoonosis” yaitu mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Bagaimanapun kesehatan hewan pun sama pentingnya dengan kesehatan manusia atau masyarakat konsumen.

Tak kalah pentingnya, fungsi dokter hewan ini untuk memastikan kesejahteraan hewan ini. Dokter hewan berfungsi mensosialisasikan dan mengajak masyarakat bagaimana caranya agar hewan pun bahagian dan sejahtera.

Jadi, dengan mengetahui fungsi ganda dokter hewan ini bagi kita marilah kita sosialisasi kan urgen nya agar kelak muncul motivasi kita terhadap generasi muda berminat mendaftarkan diri di Fakultas Kedokteran Hewan.

Juga, mungkin pula ke depan akan muncul institusi Fakultas Kedokteran Hewan di Kawasan Timur Indonesia yaitu di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua. (red)


Write a Facebook Comment

Leave a Comments