Scroll to top

Hari Susu Nusantara
User

Hari Susu Nusantara

            Pada saat  pandemi Covid-19, susu banyak dicari karena  asupan makanan dan minuman yang bergizi tinggi sangat diperlukan untuk memperkuat daya tahan tubuh.  Mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh melalui susu, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sejak tahun 2001 menetapkan  tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Susu Dunia (World Milk Day), dimana peringatan ini dimaknai untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengkonsumsi susu setiap hari.  Kegiatan ini juga menjadi acara tahunan di Indonesia , turut serta merayakan Hari Susu Dunia sejak tanggal 1 Juni 2009 melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2182/KPTS/PD.420/5/2009, dengan tajuk Hari Susu Nusantara. 

Susu adalah salah satu sumber protein hewani yang juga mengandung berbagai zat gizi, baik makro maupun mikro, seperti vitamin dan mineral untuk membantu tubuh tumbuh sehat dan kuat.  Dalam segelas susu, terkandung separuh kebutuhan Vitamin D dan kalsium, mengandung seperempat kebutuhan Vitamin B12 dan seperenam kebutuhan protein dan asam lemak essential yang dibutuhkan tubuh setiap harinya.  Sebagai pelengkap kebutuhan gizi yang baik bagi tubuh, susu berperan dalam setiap tahap kehidupan manusia. Tidak hanya baik dikonsumsi oleh anak, susu juga baik untuk dikonsumsi setiap hari oleh remaja dan orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dan menjadi investasi kesehatan serta kekuatan tubuh di masa yang akan datang.

Dibandingkan Negara –negara tetangga , Negara kita tingkat konsumsi susu masih tergolong rendah , penyebab minimnya konsumsi susu murni segar disebabkan pasokan susu yang memang kurang, dan jangankan untuk susu murni segar, untuk bahan baku susu olahan pun kita masih kekurangan. Kebutuhan bahan baku susu untuk beragam industri di dalam negeri saat ini baru dipasok oleh peternakan lokal sebesar tidak lebih dari 20 persen, selebihnya masih impor. 

Baca Lainnya :

Pasokan lokal itu 80% dihasilkan dari peternakan sapi perah rakyat dengan  skala kepemilikannya masih kecil  3-4 ekor , dengan produksi yang masih belum optimal pula.

Dalam rangkaian produksi susu tersebut peran serta dokter hewan sangat penting,  PDHI dalam hal ini rekan-rekan yang tergabung di ONT IDHSPI ( Ikatan Dokter Hewan Sapi Perah) yang tersebar di sentra sentra sapi perah terus berupaya agar mesin biologi yang dipelihara oleh para peternak dapat  terus berproduksi  dengan optimal, terjaga kualitas dan kuantitasnya. Berperan pula dalam menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi oleh masyarakat . Keberlangsungan reproduksi melibatkan para dokter hewan dalam program upsus siwab lanjut di program sikomandan.

Dengan rangkaian kampanye hari susu nusantara  menyadarkan masyarakat akan pentingnya minum susu, da nada tantangan besar yang patut diapresiasi oleh semua pihak untuk mendongkrak percepatan peningkatan peternakan sapi perah terutama peternakan rakyat.. 

. Kekurangan produksi susu segar dalam negeri merupakan peluang besar peternak susu untuk mengembangkan usahanya. Namun demikian peternak masih menghadapi permasalahan, antara lain yaitu rendahnya kemampuan budidaya khususnya menyangkut kesehatan ternak dan mutu bibit yang rendah. Kekurangan tersebut selain mengakibatkan lambatnya pertumbuhan produksi susu juga berpengaruh terhadap kualitas susu yang dihasilkan. Selain itu mulai sulitnya lahan sebagai sumber rumput hijauan bagi ternak, tingginya biaya transportasi, serta kecilnya skala usaha sebagaimana telah dikemukakan di atas, juga menjadi penghambat perkembangan produksi susu domestic.

Memang benar masih banyak tantangan yang harus dihadapi para peternak sapi perah Indonesia. Tantangan ini bisa tertangani dengan cepat bila setiap pemangku kepentingan di Indonesia mampu bersinergi dengan baik, untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi para peternak.  Dan merupakan tanggung jawab bersama untuk ikut mempromosikan peningkatan konsumsi susu, karena hal tersebut sangat penting untuk menghasilkan SDM yang cerdas dan berkualitas, sebagai sumber energy bangsa di masa yang akan datang

 

.




.



Write a Facebook Comment

Leave a Comments