Scroll to top

Kementan: Belum ada bukti anjing dan kucing menularkan COVID-19
ilustrasi #
User

Kementan: Belum ada bukti anjing dan kucing menularkan COVID-19

*Kementan: Belum ada bukti anjing dan kucing menularkan COVID-19*


Jakarta, Meluruskan pemberitaan di media yang menyebutkan bahwa anjing dan kucing dapat menyebarkan COVID-19, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc., Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, menginformasikan bahwa risiko hewan kesayangan menularkan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 kepada manusia termasuk kecil. 

Baca Lainnya :


"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) telah menegaskan bahwa penularan utama COVID-19 terjadi antara manusia ke manusia," ungkap Nasrullah, Jakarta, 9/7. 


Menurutnya, perhatian masyarakat dan pemerintah harus tetap fokus dalam pencegahan penularan COVID-19 antar manusia, namun demikian Nasrullah tetap menyampaikan perlunya kewaspadaan, karena, seperti halnya penularan virus melalui lingkungan atau barang, potensi penularan dari hewan kesayangan ke manusia tetap ada walaupun kecil. 


Dr. drh Nuryani Zainuddin MSi, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, menambahkan  sebagai bentuk kesiagaan, sampai saat ini Kementan terus memonitor kemungkinan adanya hewan termasuk anjing dan kucing yang tertular SARS-CoV-2 dengan melakukan pemeriksaan sampel pada hewan, khususnya hewan kesayangan yang pemiliknya positif COVID-19 dan hewan yang dilalulintaskan.

 

“Sejauh ini hasilnya negatif. Saya menghimbau agar masyarakat segera melaporkan kepada dinas terkait apabila ada hewan kesayangan yang diduga terinfeksi oleh virus penyebab COVID-19 dari pemiliknya,” imbuhnya. 


Sementara itu, drh. Syamsul Ma’arif, MSi., Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen PKH, menyampaikan bahwa mengingat sampai saat ini belum ada laporan ilmiah yang membuktikan hewan kesayangan, seperti anjing dan kucing dapat menularkan penyakit ini ke manusia. 


"Saya himbau agar masyarakat tidak resah dan tidak menelantarkan hewan peliharaannya, serta terus memelihara dengan baik dan memastikan kesehatan dan kesejahteraan hewan kesayangannya tersebut," tambahnya. 


Di tempat terpisah, Dr. drh. M. Munawaroh, MM., Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB-PDHI) menyampaikan pesan  kepada masyarakat agar selektif dan cerdas dalam menerima informasi. 


Apabila ada informasi tentang kejadian COVID-19 pada anjing dan kucing, Munawaroh meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayainya, dan secara aktif berkonsultasi dengan dokter hewan praktek yang ada di wilayah masing-masing untuk mendapatkan informasi yang tepat. 


"Dan untuk para dokter hewan praktek, saya minta apabila ada anjing dan kucing yang ditanganinya diduga sakit karena COVID-19, segera lapor ke dinas yang menangani fungsi kesehatan hewan setempat atau ke Balai Besar/Balai Veteriner terdekat," pungkasnya.


Daftar BB/BVet:


1. BVet Bukittinggi 0752 28093 fax 0752 28290

2. BVet Medan  (061 8452253 kantor)

3. BVet Lampung +6281379230195 (call center)

4. BVet Subang (0260) 7423134

5. BBVet Wates 0274-773168(kantor). 08112955145 Humas

6. BBVet Denpasar (081387481117) Koord. Yanvet.

7. BVet Banjarbaru:0511-4772249 (kantor), 0811500553 (bag.penerima sampel)

8. BBVet Maros : 0411-371105 (kantor), 082192162763


Write a Facebook Comment

Leave a Comments